PENERAPAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN PADA BIDAN PRAKTIK MANDIRI DI KABUPATEN BANTUL

  • Dheska Arthyka Palifiana
  • Sri Wulandari

Abstract

Latar Belakang  : Dokumentasi  merupakan  suatu  catatan  otentik  atau  dokumen  asli  yang  dapat dijadikan bukti dalam persoalan hukum. Dokumentasi kebidanan sangat penting bagi bidan dalam memberikan  asuhan  kebidanan,  hal  ini  karena  asuhan  kebidanan yang  diberikan  kepada  klien membutuhkan  pencatatan  dan  pelaporan  yang  dapat  digunakan  sebagai  acuan  untuk  menuntut tanggung jawab dan tanggung gugat dari berbagai permasalahan yang mungkin dialami oleh klien berkaitan dengan pelayanan yang diberikan.  Tujuan  :  Diketahuinya  Penerapan  Pendokumentasian  Asuhan  Kebidanan  pada  Bidan  Praktik Mandiri di Kabupaten Bantul Metode  Penelitian  : Penelitian  dilaksanakan  di IBI Kabupaten  Bantul,  Populasi  Penelitian  74 Bidan  yang  mempunyai BPM dan Sampel penelitian 30 Bidan Delima  yang  mempunyai BPM di Kabupaten Bantul. Jenis Penelitian Deskriptif Analitik dengan rancangan Cross Sectional. Analisis uji statistik menggunakan Spearman Rank. Teknik Sampling dengan Purposive Sampling. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa umur bidan ≥  41 tahun sebanyak 63,3%, pendidikan Bidan D-III Kebidanan sebanyak 53,5%, lama bidan dalam membuka BPM ≥ 5 tahun sebanyak 96,7%,  pengetahuan bidan tentang pendokumentasian dalam kategori baik sebanyak 80 %, Penerapan  pendokumentasian  dalam  kategori  Baik  83,3  %.    Tidak  terdapat hubungan umur (0,871), Pendidikan (0,241), lama membuka BPM (0,663), pengetahuan (1,000) dengan Penerapan Pendokumentasian Asuhan Kebidanan (p> 0,05). Kesimpulan : Penerapan pendokumentasian yang dilakukan bidan sebagian besar dalam kaetagori baik, tidak terdapat hubungan antara umur, pendidikan, lama  membuka BPM, pengetahuan bidan dengan penerapan pendokumentasian asuhan kebidanan. Kata Kunci : Penerapan Pendokumentasian, Asuhan Kebidanan, Bidan Praktik Mandiri